Balik Lagi?

8 10 2007

Ternyata apa yang dikatakan Hubby benar, bahwa WP sungguh lebih praktis. Mungkin aku aja yang terlalu ingin blog-ku ini tampil perfect, dengan pernak-pernik ini itu. Padahal yang jauh lebih penting itu adalah tulisan dan kualitas tulisan. Bukankah tujuan aku ngblog ini adalah menjadikannya my e-diary??

Tapi bagaimanapun aku kan udah mutusin untuk pindah ke Blogspot. Dan aku udah senang dengan template baruku, jadi sekarang aku gak terlalu mikirin pernak-pernik blogku lagi…

Iklan




Pindah….

13 09 2007

Hai smua.., Met Puasa pertama yaa. Mau bilang nih, kalo aku pindah blog ya.. Klik disini untuk membaca cerita-ceritaku selanjutnya. Semoga blog ini lebih baik…





Menyambut Ramadhan

12 09 2007

Gak terasa ya.., besok Ramadhan sudah datang. Alhamdulillah, semoga kita semua masih diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa sampai selesai dan semoga kita bisa lebih meningkatkan ibadah di bulan ang suci & mulia ini..

Ini Ramadhan pertamaku dengan Dymsi yang sudah mulai mengerti banyak hal. Bila aku ucapkan kalimat Ci Luk… Dia bisa menyambung dengan kata: “Baaa…”. Sudah mengerti yang mana ayahnya, bundanya, dan fans-fansnya… Semoga kelak Dymsi tumbuh besar, menjadi anak yang Sholehah, amin. Dymsi adalah amanah yang diberikan Allah kepada kami, dan kami sebagai orang tuanya mempunyai tanggung jawab besar untuk menjadikannya anak yang hidup berlandaskan agama Islam..

Selamat datang Ramadhan & kepada semua rekan-rekan kami sekeluarga mohon maaf lahir & batin…





Slide Show

10 09 2007




Sendiri

8 09 2007

Pernah gak merasa takut dengan kesendirian? Aku pernah, bahkan mungkin sering. Jam 12 tadi malam aku terbangun, mata sulit untuk tidur kembali. Aku berpikir, bahwa aku adalah perempuan yang beruntung, tidur bersama suami dan anak. Hubbyku adalah pelindungku, tempat aku berteduh, tempat aku mengadu, tempat aku berbagi. Anakku adalah tempat aku mencurahkan kasih sayangku sebagai seorang Ibu, anakku juga akanmenjadi temanku sehari-hari. Mereka adalah orang-orang yang sangat berarti bagi aku, seperti juga orang tua dan abang-kakakku..

Semasa hidup ini kita masih memiliki teman, kita tidak sendiri. Kita berkomunitas dengan manusia-manusia lain. Lihatlah jalan, di sana akan temui banyak orang. Pasar, sekolah, kantor, pusat perbelanjaan.. Dimana-mana ada manusia. Kita bersama-sama dengan mereka, dan jelas kita tidak sendiri.

Bayangkan pula, jika kita sendiri di pasar, hanya sendirian, hanya kita seorang saja. Kita sendiri di sekolah, sendiri di bioskop, sendiri di pasar, sendiri di rumah, sendiri di kantor, sendiri di lapangan. Bayangkan kita berada di tengah taman yang luas, pemandangannya indah, pohonnya rindang, rumput yang hijau.. tapi kita hanya sendiri. Bayangkan tiada orang lain selain kita sendiri. Betapapun indahnya, bukankah kita sangat merasa kesepian dengan kesendirian itu??

Itulah yang terbayang di kepalaku tadi malam. Aku takut jika aku sendiri. Dan kemudian aku tersadar, bahwa bagaimanapun, besok, lusa, sebulan, setahun, atau puluhan tahun lagi aku juga bakal sendiri. Kita semua akan merasakan kesendirian. Entahlah, apa mungkin kita sendirian di tempatyang indah seperti taman di atas, atau kita akan sendirian di tempat yang gelap, hitam pekat tanpa cahaya…

Tersadar juga, betapa aku belum menjadi manusia yang sesungguhnya, manusia yang mempunyai akal seharusnya bersungguh-sungguh untuk mengumpulkan amal baik semasa hidup. Aku belum menjadi manusia itu. Aku gak tau berapa lama lagi umurku, dan untuk memilih kesendirian di taman indah, aku harus merubah prilaku buruk yang ada pada diriku. Dan kalaupun pada akhirnya aku harus sendiri, aku gakmau di tempat gelap itu.





She Will Be Married

5 09 2007

Jumat nanti, InsyaAllah Melly-adiknya Hubby akan melangsungkan pernikahannya dengan pemuda dari Jogja. Mudah-mudahan semua berjalan lancar. Akad nikah dulu, syukurannya menyusul setelah lebaran Idul Fitri. Hm.., akhirnya setelah rencana ini cukup lama di kepala, beberapa hari lagi akan terlaksana juga…

Sementara Ibu sebelah (Bu Nami) InsyaAllah mau pindah ke rumah ‘sendiri’ tanggal 10 nanti, dan kami pun juga akan pindah ke sebelah (eks. rumahnya Bu Nami). Bukan gak betah di rumah kontrakan yang ini, tapi karena rumah yang sekarang cukup besar untuk keluarga kecil seperti kami. Paling gak kalo di rumah sebelah kamarnya gak berlebih, dan pinggirnya gak semak-semak seperti sekarang………. Sebenarnya kami sedih juga Bu Nami & keluarganya bakal pindah, tapi mereka kan pindah ke rumah sendiri juga.. gak seperti kami pindahnya masih ke rumah kontrakan. Hihi.. Doain aja mudah-mudahan ada rejeki, bisa nyicil rumah sendiri kelak…

Besok rencananya aku kerja setengah hari, mau ke tempat Ibu, barangkali ada yang bisa dibantu untuk persiapan hari Jumat….





Dymsi & Hubby

3 09 2007

Menyenangkan, setiap siang bisa melihat Dymsi, bisa menyuapi Dymsi, bisa mandiin Dymsi. Tapi sedih ketika harus ninggalin Dymsi untuk kerja kembali, apalagi kalo dia pake acara menangis seperti tadi. Kadang hati bergumam, sampai kapan aku harus meninggalkan Dymsi – menghabiskan waktu siangnya bersama Sari atau siapapun yang menjaganya nanti… Selanjutnya…